Saturday, August 11, 2012

MENCARI AMPUNAN ALLAH ......

Bulan Romadhon telah tiba di 1433 H ini dan sudah menjadi kewajiban seluruh umat Islam di dunia untuk menunaikannya sesuai dengan firman Allah dalam surat Al Baqarah ayat 183 : HAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN DIWAJIBKAN ATAS KAMU BERPUASA, SEPERTI HALNYA ORANG-ORANG SEBELUM KAMU AGAR KAMU BERTAKWA. Makna ayat di atas jelas mengandung maksud tentang 3 (tiga) hal, yaitu : 1. Tentang Iman atau keimanan - Tauhid sebagai pondasi 2. Tentang Puasa sebagai tools atau tiang 3. Tentang Takwa sebagai tujuan atau atap kalau ketiga hal ini diibaratkan sebagai sebuah rumah yang kokoh, kuat dan indah tentunya. Keimanan seseorang selalu naik dan turun, tidak selalu konstan tapi selalu berubah-ubah, kadang naik dan kadang pula turun. Disesuaikan dengan ibadah yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, secara istikhomah. Keimanan ini juga di firmankan oleh ALLAH SWT di Al Baqarah ayat 186 yang intinya : Kalau manusia menghamba kepada KU (Kata Allah), maka kamu berimanlah kepada KU. Sehingga keimanan manusia ini ibarat sebuah pondasi rumah, apabila imannya turun/ rendah, maka rumah akan roboh, namun apabila imannya naik atau kuat, maka pasti rumahnya akan kokoh dan tegah berdiri meskipun apa pun badai menerjang. Puasa akan dijalani oleh orang-orang yang beriman, karena kalau manusia tidak beriman pasti dia tidak akan puasa, karena pasti manusia tidak mengikuti perintah-NYA. Jadi puasa menjadi tiang buat rumah dan jalan atau kunci menuju takwa. Kenapa dengan puasa kita bisa bertakwa ? Dalam riwayat dikisahkan pada saat selesai pulang dari Perang BADAR ( Perang yang dikenal sebagai perang besar, karena di sana terjadi peperangan antara kaum Muslim yang sedikit jumlah pasukannya - 300 orang melawan kaum Quraisy yang berjumlah jauh lebi besar dan akhirnya dimenangkan oleh Kaum Muslim ), Nabi Muhammad berkata kita baru saja pulang dari perang yang kecil menuju perang yang besar. Apa kata para sahabat : bukankah perang ini perang besar ya Rasul dan apa perang yang besar itu. Jawab Nabi Perang besar adalah perang melawan hawa nafsu. Dan puasa adalah ujian kita di dalam menahan hawa nafsu kita, dalam menjalani puasa kita melawan hawa nafsu kita sendiri. Karena beratnya puasa itu lah maka hanya orang-orang yang berimanlah yang sanggup menjalaninya. Takwa : dengan kita beriman kepada ALLAH SWT, kita menjalani puasa ( sebagai salah satu perintah dan segala larangan yang ada selama menjalani puasa di Bulan Romadhon sebulan penuh ), maka sesuai janji ALLAH kepadanya SURGA TELAH MENANTI. Dalam ayat 185 Al Baqarah Allah berfirman : Apabila ada hamba-hambaku bertanya tentang AKU, maka AKU sangat dekat. Bahkan lebih dekat dengan urat nadi kita. Mari para sobat-sobatku, di sisa akhir bulan Romadhon ini kita perbanyak membaca Al Qur'an, melaksanakan sholat fardhu dan sunnat, iftikaf di masjid-masjid, mushola-mushola atau di suro-suro atau langgar dan tidak kalah pentingnya mari kita muliakan orang tua kita ( bagi yang masih ada ) dan yang meninggalkan pun kita doakan. Dan janji Allah kita akan menjadi orang-orang penghuni sorga akan dapat kita raih......

No comments:

Post a Comment

Post a Comment