Wednesday, January 25, 2012

pekerja berprestasi 2 ...............................

Kemarin aku ngikutin sosialisasi tentang hal ini. Ajang pemilihan pekerja berprestasi, hal ini barangkali setelah HRM departemen mendapatkan begitu banyak masukan baik dari pribadi maupun dari para manager yang merupakan representatif dari masing-masing departemen. Bagaimana tidak pemilihan pekerja berprestasi dengan reward "jalan-jalan ke luar negeri" tentu saja akan menjadi dambaan para insan pekerja di manapun dia berada dan siapa pun dia. Apalagi ada pembatasan hanya berlaku untuk para pekerja di bawah level Team Manager.
Dan itu memang terbukti di mana pada tahun 2010 para pekerja ini jalan-jalan ke Perth Australia dan tahun 2011 ke China, bahkan iming-iming hasil sosialisasi kemarin para pekerja ada kans untuk ke Eropa tidak hanya pekerja semata namun juga keluarga yang status-nya diakui oleh perusahaan ( berarti satu orang pekerja bisa membawa satu isteri dan 3 anak ).
Sebelum ajang ini, pada jaman awal BOB sudah pernah dilakukan dengan memberikan R&A berupa uang tunai dalam bentuk dollar.
Kontroversi yang menyertai pemilihan ini memang beragam. Hal ini dikarenakan :
1. Kriteria pemilihan yang tidak transparan di mata para pekerja, hanya terbatas pada kalangan tertentu saja ( sebagian departemen memberikan wewenang kepada para TM untuk memilih kandidat buat departemen, namun sebagian departemen lain bahkan wewenang itu menjadi hak veto manager, sehingga muncul rumors kalau yang dekat dengan manager pasti akan berangkat ). Yang aneh malahan ada departemen namanya sudah dipilih sebagai yang berprestasi tapi pilih mundur karena lebih milih jalan-jalan ke tempat lain yang di mata pekerja lebih mengasyikkan dan digantikan oleh orang lain dari departemennya. Aneh tapi nyata, believe it or not.
2. Dianggap sebagai ajang arisan, bagi-bagi kesempatan. Hal ini menyebabkan peluang departemen dengan pekerja sedikit akan lebih besar daripada pekerja di departemen gemuk.
3. Yang terpilih kenyataannya belum mampu menjadikan dirinya sebagai "role model" buat pekerja lainnya, sebagai contoh, panutan, teladan, dsb. Dia malahan sering membuat "trouble maker". Mestinya selain sebagai "role model" dia tentunya juga bisa menjadi "agent of change" buat perusahaan, kepanjangan tangan kebijakan baru management untuk dapat menjangkau seluruh lapisan dan jenjang kepegawaian di perusahaan, sehingga setiap perubahan akan berjalan "smooth", mulus dan tetap "running well".

Okelah, layar telah berkembang dan jangkar telah diangkat, pertanda perahu akan segera berlayar menuju samudra nan luas. Maka perubahan metode pemilihan yang mulai dikenalkan kepada para pekerja, semoga mampu meningkatkan animo para pekerja untuk mengikuti dan lebih memberi semangat untuk lebih maju, maju dan maju lagi demi kelangsungan hidup perusahaan ini.
Ayo, kita dukung program ini Oleh, dari dan untuk pekerja, why not the best ? For me for you and for us. Let's go, the game must be played, the show must be gone on.
Tetap semangat, reward hanya pemanis, hadiah hanya pelipur lara, namun yang penting adalah "jangan tanyakan apa yang telah perusahaan berikan kepadamu, tapi tanyakanlah apa yang telah kau perbuat buat perusahaan".

Tuesday, January 24, 2012

pujian sebuah tantangan

Pagi ini untuk ke sekian kalinya aku mendapatkan pujian dari seorang pekerja di kantorku. Kenapa untuk "kesekian" karena rasanya selama hidupku ini sudah terlalu banyak aku mendapatkan pujian. Memang titik balikku adalah di kelas satu sekolah dasar dulu. Bagaimana tidak seorang "nunung" harus terbata-bata dalam membaca kata-kata, dalam bahasa Indonesia sekali pun. Lha wong kata ibuku dulu untuk ngomong Jawa saja aku "pelo", apalagi membaca tulisan bahasa Indonesia. Masih teringat bagaimana aku bersusah payah agar "spelling"-ku benar dan jelas. Setiap pagi makananku sehari - hari adalah berdiri di muka kelas untuk dihukum oleh Suster Maria, karena di kelas hanya aku seorang yang belum bisa baca dan tulis. Aku disuruh melihat rekan-rekan dengan lantang membaca setiap tulisan Suster yang ada di papan tulis.
Proses ini kujalani hampir satu tahun dan mukjizat menginjak tahun kedua di Sekolah dasar aku tumbuh menjadi anak yang "luar biasa" ( ini kata teman-temanku lho dan itu kudapatkan setelah aku dapat berhubungan kembali melalui media BBM dan facebook setelah hampir 35 tahun berpisah ).
Dan hasilnya adalah di kelas 6 aku diminta mewakili sekolah dasar dalam ajang pemilihan pelajar teladan se kabupaten Semarang yang sampai detik ini pun aku tidak tahu siapa pemenangnya waktu itu. Karena memang masa itu adalah masa yang sungguh berat buat keluarga ku yang tinggal di kota kelahiranku itu. Ini cerita rahasia tersendiri.
Ternyata perubahan dari prestasi belajarku menjadi pantauan tersendiri dari para suster, ibu dan bapak guruku, sehingga aku terpilih mewakili sekolah. Bagaimana tidak sejak kelas 2 SD nilai A atau 100 di rapor-ku hampir 90% dan sisa 10% adalah nilai B atau di atas 90. Ini pujian pertama yang kudapat.
Setelahnya ribuan pujian selalu akrab denganku. Sampai pagi ini.
Tapi buatku pujian ini adalah tantangan dan ini menunjukkan bahwa aku ternyata masih ada kekurangan. Aku selalu berasumsi bahwa setiap menerima pujian berarti aku masih ada yang kurang atau masih ada tantangan lagi dan lagi dan lagi. No body perfect !
Dari pujian pagi ini, sekarang kembali aku tersadar bahwa aku harus introspeksi diriku lagi dan ini mungkin perlu waktu. Tantangan apa lagi yang harus kuhadapi. Sekali lagi bahwa pujian bukan untuk menjadikan seseorang menjadi jumawa, takabur, sombong atau berbangga diri. Tapi pujian harus dilihat sebagai jebakan, perangkap yang kapan saja akan menangkap kita, menjerumuskan kita ke jurang yang dalam dalam satu masa atau bahkan akhir masa dari sisa kehidupan seseorang.

Sunday, January 22, 2012

perjalanan hidup seorang anak manusia ......

Rasanya hidupku ini perlu dilakukan revisi atas apa yang telah terjadi selama ini. Keikhlasan dan ketulusan hati dalam bekerja tanpa terasa telah mendapatkan balasan yang setimpal dari Sang Maha Esa, bekerja sebagai ibadah akan terasa indah di akhirnya, meski pun kadang-kadang di awal terasa sakit.
Barangkali kata - kata bijak : siapa yang menanam padi dia jualah yang memanennya, atau mungkin siapa yang mengawali dia pun yang mengakhiri. Bisa jadi siapa yang makan nangka dia pun pula yang kena getahnya. Hidup memang harus bertanggung jawab dan berani menanggung resikoi dari apa yang telah dilakukannya. Sembodo, sumbut,
Teringat aku akan hari-hariku di masa masih kanak-kanak, memang aku tidak begitu merasakan kesengsaraan yang sangat. Orang tuaku karena dua-duanya bekerja tentu akan punya penghasilan yang sekedar cukup untuk kehidupan keluargaku. Memang dua-duanya PNS bapakku ada di lingkungan pemda prop di semarang sedangkan ibuku seorang guru.
Kebetulan atau memang sudah bawaannku aku dari kecil tidak pernah meminta dari apa yang tidak aku dapatkan. Aku nikmati saja apa yang aku dapat, tidak lebih.
Bahkan pernah keinginanku untuk bisa memiliki sepatu bola "la plata merk adidas" waktu itu, kubela-belain menabung dari uang honor main bola atau sisa uang saku dari bapakku. Juga keinginanku bisa main gitar sampe-sampe kutabung sekeping demi sekeping sisa uang sakuku. Toh tanpa terasa sampai dengan lulus SMA aku pun bisa memiliki apa yang sedang ingin kumiliki saat itu, dari sepatu bola, gitar, tustel ( bahkan sampai saat ini masih kusimpan), sepeda balap ( saat itu patungan dengan kakakku yg telah meninggal ) sampai pada hobiku mengumpulkan perangko, filateli.
Nah, tentu saja semua itu tanpa merepotkan kedua orang tuaku.
Demikian pula saat aku beranjak dewasa, kuliah dan mulai bekerja. Bayangan melihat sepupu-sepupuku pulang balik Yogya-Jakarta dengan pesawat Garuda, mobil mewah, motor keren terasa merasuk dalam diriku, mungkinkah suatu saat aku akan dapat merasakan semua itu.
Ternyata memang Tuhan tidak pernah tidur, Gusti Allah mboten sare'.Kalau Dia melihat umat Nya dengan kesungguhan hati, ikhlas dan memiliki jiwa loyalitas dan pengabdian , maka jalan lurus terbentang di depan mata.
Bayangin meskipun segudang hobbi dan petualangan aku jalani, namun dalam urusan sekolah ternyata aku bukanlah termasuk kaum yang terbelakang.
Aku menjalani pendidikan di dunia tambang upn di yogya dengan mulus bahkan teramat sangat mulus. Bisa dibayangkan jaman itu UPN terkenal dengan Universitas Payah Naik, karena sifat kurikulumnya yang masih menganut klasikal, kenaikan kelas dengan IP minimal 2 dan sistem paket. Jadi apabila kita tidak lulus satu mata kuliah saja, maka alamat kita akan mengulang satu tahun ke depan dan kita tidak bisa mengikuti tahapan semester berikutnya. Alamat tahun depan kita hanya kuliah untuk satu mata kuliah saja. weleh weleh weleh. Makanya jangan kaget kalau teman kuliahku pun akhirnya beragam dari angkatan 1974 sampai 1982 pun ada.
Jujur aku memang barangkali dilahirkan sebagai orang yang mujur. Kalau dalam ilmu bola selalu "berada dalam posisi yang tepat pada situasi apa pun".
Aku di Yogya menemukan dan mendapatkan sahabat-sahabat yang terbaik dalam hidup, persaudaraan dalam kekeluargaan, asmara dalam tali kasih.
Satu demi satu cita-citaku terwujud dan diwujudkan oleh Allah SWT. Bagaimana tidak keinginan untuk naik pesawat langsung terpenuhi begitu aku diterima di salah satu perusahaan swasta batubara di Sumatera Barat. Ingin naik mobil pun khususnya mobil sendiri pun dapat kunikmati. Yang justru luar biasa nikmat yang aku dapatkan dan teramat aku syukuri adalah aku pun bisa melang-lang buana, sejak 1997 pertama kali pergi ke luar negeri bahkan sampe tiga bulan di Amerika ( kujelajahi dengan nyopir sendiri dari Lafayette-Houston-San Antonio-Massasuchette-Chicago-New Orleans-baton Rouge-Dalas-Texas-Little Rock-Arkansas ), dilanjut ke London, Perth dan baru-baru ini ke Zurich, Luzern, Milan dan Rome, Italy dengan transit di Singapore, Dubai atau KL.
Kekuranganku masih banyak sebagai anak manusia yang telah diberi begitu banyak kenikmatan ( nikmat mana lagi ..... ), kini aku coba mempelajari dan mendalami Islam-ku secara kaffah - menyeluruh, total. Semoga kelak aku menjadi manusia yang sempurna di mata Allah, anak-anak dan isteriku, keluargaku dan sobat-sobatku semua.
Yang jelas milestone-milestone sudah kutapaki dan kutandai dalam hidup ku ini.....

Saturday, January 21, 2012

dunia ternyata terbalik-balik ........ negara auto pilot

belakangan ini muncul rumors yang sudah menggejala di tengah masyarakat, bahkan spanduk terbentang bahwa Indonesia tidak perlu pilot pun negara tetap jalan. Artinya Indonesia tidak perlu presiden lagi. Rakyat sudah tidak percaya dengan hiruk pikuk upaya pemerintah untuk menaikkan pamor, tapi rakyat sudah kadung atau terlanjur patah arang, sehingga apa pun yang dibuat oleh pemerintah hasilnya rakyat sudah tidak peduli lagi.
Coba simak :
1. Penerapan pembatasan premium BBM bersubsidi secara berangsur akan dikurangi per 1 April 2012, tapi apa lacur ternyata infrastruktur untuk belum lah siap betul, karena Dirut Pertamina pun sudah menyatakan menyerah kalau harus menjual pertamax sebagai pengganti premium, karena dari sekian kilang yang ada yang mampu mengolah pertamax hanya kilang Balongan saja dan itu pun hanya cukup untuk konsumsi Jawa. Belum lagi lontaran pernyataan Wamen ESDM yang mendapat kecaman anggota DPR, asal ngomong saja.
2. Pertemuan tokoh-tokoh nasional yang digagas oleh pak Din Syamsuddin sebagai kelanjutan pertemuan-pertemuan selanjutnya, yang menyimpulkan "negara auto pilot" adalah warning buat pemerintah kalau tidak mau digulingkan.
3. Foto anak-anak Banten, Rangkas Bitung yang harus pulang balik ke sekolah baik SD maupun SMP demi mengejar cita-cita harus meniti jembatan gantung yang rubuh dengan ancaman arus deras sungai di bawahnya berbanding terbalik dengan gencarnya DPR berbenah dengan membangun lahan parkir motor, toilet, sampai harga kursi satu buahnya Rp 24 Jt, impor dari Jerman lagi. Ironis dan ironi di tengah nestapa rakyat proletar para penguasa baik pemerintah maupun anggota dewan justru memamaerkan kekayaan yang diambil dari keringat rakyat. Masih ingatkan kalau anak cucu kita akan menanggung Rp 7 jt utang negara per penduduk.
3. Kasus Nasaruddin yang berbelit-belit dan berkelok-kelok, tidak saja mirip "kelok Sembilan" bahkan mungkin mirip "kelok 44". Dulu masyarakat umum berharap banyak dengan tertangkapnya Nasaruddin maka semua persoalan yang menyangkut Demokrat akan selesai dengan sendirinya.
4. Macan ompong ketua KPK baru, jauh-jauh dia sudah menyatakan saya tidak akan menjadi selibriti yang tukang jual obat atau tampang. Tapi pagi-pagi buta di setiap acara televisi wajahnya selalu nampang. Belum lagi membuat pernyataan - pernyataan yang menggelikan. Mana janji satu tahun berantas kasus-kasus besar. Buktikan !!!
5. Kasus demo di depan gedung MPR/ DPR dari para petani Meranti Riau, yang ingin mendapatkan hak tanahnya kembali. Pengusiran paksa sempat menjadi wacana aparat tapi belakangan dibatalkan.
6. Berbagai kasus kepedulian aparat ke pihak-pihak penguasa daripada ke rakyat jelata terungkap dari berbagai kasus mulai dari Mesuji, Bima, Meranti sampai dengan daerah-daerah lainnya.
7. Peristiwa penembakan mewarnai udara politik di Aceh menjelang Pilkada Gubernur turut menyumbang pernik-pernik kehidupan politik nusantara,
8. Laba PT. Freeport turun 59% akibat adanya demo pegawai mungkin belum menjadi penutup sebagai pertanda negara auto pilot?

Saturday, January 7, 2012

kematian akan menjemput siapa saja....

Manusia pasti mati, suatu rahasia Allah yang hanya Allah lah yang tahu, kapan, di mana dan dalam keadaan apa kita diambil sang Khalik. Malaikat sakaratul maut menjemput kita. Namun sebenarnya 40 hari sebelum ajal menjemput kita sudah diingatkan oleh Allah. Hanya kita sebagai manusia sering tidak tahu atau tidak paham bahwa ini adalah tanda-tanda bahwa kita 40 hari kemudian akan mempertanggungjawabkan amal perbuatan kita di depan Allah.
Amal ibadah adalah mutlak harus kita tanamkan dan kita kembangbiakkan agar nantinya di saat maut menjemput kita akan diambil nyawa kita dalam keadaan qusnul khotimah, tenang selayaknya orang tidur dan sempat berucap La illahaillallah ... Tiada Tuhan Selain Allah.
Kenapa kita bahas kematian ini, karena banyak kejadian kejadian akhir-akhir ini yang dekat dengan kematian ini. Bahkan kemarin satu rekan kerja meninggal dalam tugas setelah menutup apel pergantian jaga. Serangan jantung kata dokter perusahaan. Heart attack.
Tiga minggu yang lalu adikku masih bisa survive setelah terkena serangan stroke yang juga membuatnya sampai saat ini harus terus memulihkan kondisinya setelah harus berjuang melawan stroke ini selama hampir dua minggu ( dalam ruang ICU )RS Melia Cibubur. Dan hari ini aku terima kabar satu rekan kerja lagi juga harus menjalani pemasangan ring di salah satu RS di Pekanbaru.
Yang tidak boleh dilupakan dua kakakku juga telah menghadap Gusti Allah 2 - 4 tahun yang lalu.
Kematian memang akan datang dan kiamat juga akan datang. Keduanya saling menjemput kematian dari para manusia di dunia.
Dia tidak akan tebang pilih ( kayak KPK, Polisi atau kejaksaan dalam ngurus perkara ), siapa saja dan apapun profesi bila sudah tiba saatnya maut dijemput maka akan ajal-lah dia. Namun hanya satu yang akan dapat melapangkan siksa kubur yaitu amal ibadah dia selama hidupnya.

Thursday, January 5, 2012

membaca mendapat ilmu

Seperti pepatrah lama "long life education", belajar sampai ajal menjemput. Selama napas masih diberi oleh Yang Kuasa, maka belajarlah, dan membaca adalah salah satu dari usaha kita untuk mendapatkan ilmu.
Saat ini aku sedang membaca tulisan tokoh baru yang sedang naik daun di blantika nasional Indonesia dengan kiprahnya yang selalu memberikan perubahan yang extrem di mana saja Dia ditempatkan, judul bukunya Dua Tangis Seribu Tawa. Betul... dia lah Dahlan Iskan.
Lulusan wartawan dan yang berhasil membesarkan Jawa Pos sehingga menjadi perusahaan surat kabar yang menggurita, semua yang berbau .....pos adalah miliknya. Keberhasilan ini lah yang menghantarkan dia di posisi DIRUT PLN dan karena dianggap secara umum PLN berubah dan berhasil maka oleh SBY dia didaulat menjadi seorang menteri di kabinet saat ini, yakni Menteri BUMN. Pos ini santer diperebutkan partai-partai besar guna mengamankan posisi-nya di PEMILU 2014. Bahkan issue yang beredar Pos ini sebagai ajang bargaining PDIP untuk masuk menjadi bagian koalisi Pemerintah.
Bagaimana tidak barangkali hampir Rp 600 T uang beredar di 149 BUMN besar dan kecil yang ada di Indonesia. Dan ini tidak asing lagi sebagai ajang sapi perah para politisi guna mencari kekuasaan melalui PEMILU Lima tahunan itu.
Ternyata banyak manfaat yang bisa dipetik dari membaca buku ini.
Sebenarnya buku ini adalah kumpulan CEO Note ( hal baru di PLN ) Dahlan Iskan kepada seluruh jajaran karyawan PLN di seluruh Indonesia yang diklaim mempunyai karyawan sebanyak 50.000 orang. ( belum yang outsourcing tentunya ).
CEO Note ini adalah pintu masuk karyawan menyampaikan ide-ide-nya demi perbaikan perusahaan di masa depan. Tanpa sekat, karena penyampaian karyawan melalui email.
CEO Note - CEO Note ini dikumpulkan menjadi buku dan diselingi dengan masukan atau pendapat karyawan yang layak dimasukkan ke dalam buku ini.
Sungguh luar biasa !
Tidak ada kamus PLN selama ini seorang kepala ranting dapat duduk dalam satu ruang pada rapat direksi ! Itu dilakukan oleh DI ( initial Dahlan Iskan ).
Banyak sepak terjang DI tergambarkan dalam buku ini, dimulai dari satu tahun pertama sudah seluruh wilayah di Nusantara dilahap habis dan dikunjungi baik via darat, laut, sungai maupun udara. Guna melihat secara langsung seluruh operasional PLN sampai ke pelosok-pelosok dari ujung Aceh dsamapi ke perbatasan Papua Nugini, termasuk berbagai projek baik PLTU maupun PLTG dan PLTA. PLTD lambat laun akan dikurangi karena tingginya nilai jual listrik bila memakai BBM.
Meniadakan SPPD ( Perjalanan dinas ) dengan gerakan satu bulan puasa SPPD di seluruh jajaran PLN dari karyawan sampai direksi. Dia bilang meski pun bulan puasa tapi tidak ada Mohon Maaf Lahir Bathin katanya, puasa SPPD tanpa hari raya.
Mencanangkan sambungan 1 juta pelanggan dalam satu hari atau pun keberhasilan meraih CEO of The Year 2010 dan diundangnya karyawan PLN dalam jamuan minum teh di istana oleh SBY. Ini baru pertama kali terjadi. Sehingga dampak dari ini semua sekarang karyawan PLN tidak ada yang malu-malu lagi memakai seragam PLN.
Sungguh ilmu yang bermanfaat, bagaimana kita dilihatkan sepak terjang seorang DI, yang merasa dirinya "orang sakit", karena 3 tahun yang lalu barusan menjalani "transplantasi hati" di Tiongkok. Dengan rasa syukurnya DI mencoba memberikan yang terbaik yang dia punya untuk PLN, untuk BUMN negeri ini dan mudah-mudahan untuk negeri ini.
Karena tersiar kabar DI masuk dalam "the big four" atau disebut "fantastic four" tokoh Indonesia yang layak menggantikan SBY sebagai Presiden RI. The Next President.
Nampaknya jalan ini sudah mulai dirintis oleh DI dengan terlibat dalam Presiden PSSI ( dicalonkan oleh Pengda PSSI Jawa Timur, bahkan dari media TV dia berkata Insya Allah kalau dapat restu presiden dia akan maju ).
Dengan tulisan ini pun saya juga ingin kampanye "DI FOR THE NEXT PRESIDENT".
Selamat berjuang DI .......Indonesia menunggumu.

Tuesday, January 3, 2012

Menuju Italiano .......

Tidak terasa, ternyata waktu jualah yang mampu membuktikan semuanya. Nikmat dan rasa syukur kepada Illahi Robbi selalu saya panjatkan, karena semua ini hanya dari-Nya lah bisa terjadi. Kun faya kun... maka jadilah.
Bayangin saya sama sekali tidak menyangka akan mendapatkan durian runtuh ini, training dan factory visit ke Milan atau Rome di Italia. Negeri-nya Oom Berlusconi atau yang dikenal dengan kompetisi Liga Serie A Italy dengan champiano Inter Milan atau AC Milan.
Suara telephone berdering di saat mau masuk di Rumbai, dari pak boss dan mewartakan kalau saya harus pergi ke Italia, bukan Amerika yang saya usulkan. Bahkan nun jauh di Jakarta pak Boss hanya bilang : Ah.. kamu kan udah pernah ke Amrik, nah sekarang ke negeri yang kamu belum pernah aja.............
Kepastian itu nyata, setelah usulan training ke negeri Paman Sam terkatung-katung, antara iya dan tidak. Dan waktu terus bergulir mengakhiri tahun anggaran.
Tapi syukurlah ... kata Al Qur'an menjamin dan pasti bahwa Allah tidak pernah tidur dan akan selalu memberikan yang terbaik buat umat-Nya. Umat yang senantiasa bersyukur.
Ada sedikit ganjalan keberangkatan ini karena proses pembuatan visa apalagi schengen saya rasakan berbelit-belit dan hari Senin tgl. 12 Desember tengah malam jadwal berangkat sampai hari Kamis malam pun belum ada kepastian ke luarnya VISA. Ada info karena Italia sedang bergejolak politiknya... dengan diturunkannya Berlusconi dari tahta Perdana Menteri, maka VISA langsung ke Italia agak susah ke luar. Dan diambil kebijaksanaan oleh pihak travel biro utk masuk Italy dengan VISA Schengen melalui Swiss dengan tujuan Zurich.
Pas Jum'at, VISA ke luar dan legalah. Tinggal persiapan.
Perjalanan yang ditempuh dengan pesawat Emirates Boeing 777-800 dan tempat duduk di bussiness terasa lega dan nyaman.
Jakarta - Zurich dengan transit di Dubai.
Jakarta - Dubai ditempuh selama 9 jam dan tiba di Dubai pas Adzan Shubuh waktu Dubai. Transit hampir 4 jam.
Dubai - Zurich selama 5 jam dan tiba pas jam lunch dengan menu makanan Thai.
Dari Zurich kita ke Luzern yang berjarak 1 jam dengan minibus. Bermalam di Luzern selama 2 malam. Kita sempatkan untuk melihat Tiltis salah satu puncak dari jajaran pegunungan Alpen yang ada di Swiss.
Swiss terkenal dengan coklatnya.
Lanjutan Luzern ke Milan dan Roma dengan kereta api, kita di Milan menyempatkan diri berkunjung ke San Siro dan berbelanja merchandise khas Inter dan AC.
Kita di Roma selama 3 hari dan berkunjung ke factory dari kabel reda Prysmian dan melihat dari dekat colleseum dan Vatikan.
Kita sempatkan juga ke Hard Rock Rome.
Kembali ke Jakarta via Dubai dan alhamdulillah tiba di rumah pukul 24.00.