Saturday, August 11, 2012
MENCARI AMPUNAN ALLAH ......
Bulan Romadhon telah tiba di 1433 H ini dan sudah menjadi kewajiban seluruh umat Islam di dunia untuk menunaikannya sesuai dengan firman Allah dalam surat Al Baqarah ayat 183 : HAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN DIWAJIBKAN ATAS KAMU BERPUASA, SEPERTI HALNYA ORANG-ORANG SEBELUM KAMU AGAR KAMU BERTAKWA.
Makna ayat di atas jelas mengandung maksud tentang 3 (tiga) hal, yaitu :
1. Tentang Iman atau keimanan - Tauhid sebagai pondasi
2. Tentang Puasa sebagai tools atau tiang
3. Tentang Takwa sebagai tujuan atau atap
kalau ketiga hal ini diibaratkan sebagai sebuah rumah yang kokoh, kuat dan indah tentunya.
Keimanan seseorang selalu naik dan turun, tidak selalu konstan tapi selalu berubah-ubah, kadang naik dan kadang pula turun. Disesuaikan dengan ibadah yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, secara istikhomah. Keimanan ini juga di firmankan oleh ALLAH SWT di Al Baqarah ayat 186 yang intinya : Kalau manusia menghamba kepada KU (Kata Allah), maka kamu berimanlah kepada KU. Sehingga keimanan manusia ini ibarat sebuah pondasi rumah, apabila imannya turun/ rendah, maka rumah akan roboh, namun apabila imannya naik atau kuat, maka pasti rumahnya akan kokoh dan tegah berdiri meskipun apa pun badai menerjang.
Puasa akan dijalani oleh orang-orang yang beriman, karena kalau manusia tidak beriman pasti dia tidak akan puasa, karena pasti manusia tidak mengikuti perintah-NYA. Jadi puasa menjadi tiang buat rumah dan jalan atau kunci menuju takwa. Kenapa dengan puasa kita bisa bertakwa ?
Dalam riwayat dikisahkan pada saat selesai pulang dari Perang BADAR ( Perang yang dikenal sebagai perang besar, karena di sana terjadi peperangan antara kaum Muslim yang sedikit jumlah pasukannya - 300 orang melawan kaum Quraisy yang berjumlah jauh lebi besar dan akhirnya dimenangkan oleh Kaum Muslim ), Nabi Muhammad berkata kita baru saja pulang dari perang yang kecil menuju perang yang besar. Apa kata para sahabat : bukankah perang ini perang besar ya Rasul dan apa perang yang besar itu. Jawab Nabi Perang besar adalah perang melawan hawa nafsu.
Dan puasa adalah ujian kita di dalam menahan hawa nafsu kita, dalam menjalani puasa kita melawan hawa nafsu kita sendiri. Karena beratnya puasa itu lah maka hanya orang-orang yang berimanlah yang sanggup menjalaninya.
Takwa : dengan kita beriman kepada ALLAH SWT, kita menjalani puasa ( sebagai salah satu perintah dan segala larangan yang ada selama menjalani puasa di Bulan Romadhon sebulan penuh ), maka sesuai janji ALLAH kepadanya SURGA TELAH MENANTI. Dalam ayat 185 Al Baqarah Allah berfirman : Apabila ada hamba-hambaku bertanya tentang AKU, maka AKU sangat dekat. Bahkan lebih dekat dengan urat nadi kita.
Mari para sobat-sobatku, di sisa akhir bulan Romadhon ini kita perbanyak membaca Al Qur'an, melaksanakan sholat fardhu dan sunnat, iftikaf di masjid-masjid, mushola-mushola atau di suro-suro atau langgar dan tidak kalah pentingnya mari kita muliakan orang tua kita ( bagi yang masih ada ) dan yang meninggalkan pun kita doakan. Dan janji Allah kita akan menjadi orang-orang penghuni sorga akan dapat kita raih......
SEMUA DARI ALLAH DAN AKAN KEMBALI KE ALLAH
Tahun ini memang sungguh tahun yang penuh dengan keprihatinan dan kesedihan, namun bathin ini sudah tak sanggup untuk menangis lagi.... biarlah duka ini terbawa oleh semilirnya angin malam dan hempasan debu yang tersapu sepanjang jalan.
Di bulan Maret ibu mertua dipanggil menghadap yang kuasa dalam tidur lelapnya, semoga dilapangkan jalan kuburnya dan di awal Juli kemarin pahlawanku, bapakku menghadap sang Khalik. Keduanya dipanggil di saat kumandang azan Subuh mulai terdengar sayup-sayup dari masjid-masjid.
Kini tinggallah anak-anaknya yang mendoakan keduanya agar beliau-beliau mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah SWT, sesuai amal baiknya di dunia dan diampunkan segala dosanya.
Kata Nabi Muhammad SAW junjungan kita, nabi penguasa alam semesta, nabi kekasih Allah bahwa hanya ada tiga yang dapat membebaskan manusi dari siksa kubur dan masuk surga, yaitu :
1. Doa anak-anaknya yang sholeh dan sholeha
2. Amal baiknya selama hidup di dunia
3. Ilmu yang bermanfaat
sekali lagi untukmu : Innalillahi wa inna illahi rojiun.......
Wednesday, January 25, 2012
pekerja berprestasi 2 ...............................
Kemarin aku ngikutin sosialisasi tentang hal ini. Ajang pemilihan pekerja berprestasi, hal ini barangkali setelah HRM departemen mendapatkan begitu banyak masukan baik dari pribadi maupun dari para manager yang merupakan representatif dari masing-masing departemen. Bagaimana tidak pemilihan pekerja berprestasi dengan reward "jalan-jalan ke luar negeri" tentu saja akan menjadi dambaan para insan pekerja di manapun dia berada dan siapa pun dia. Apalagi ada pembatasan hanya berlaku untuk para pekerja di bawah level Team Manager.
Dan itu memang terbukti di mana pada tahun 2010 para pekerja ini jalan-jalan ke Perth Australia dan tahun 2011 ke China, bahkan iming-iming hasil sosialisasi kemarin para pekerja ada kans untuk ke Eropa tidak hanya pekerja semata namun juga keluarga yang status-nya diakui oleh perusahaan ( berarti satu orang pekerja bisa membawa satu isteri dan 3 anak ).
Sebelum ajang ini, pada jaman awal BOB sudah pernah dilakukan dengan memberikan R&A berupa uang tunai dalam bentuk dollar.
Kontroversi yang menyertai pemilihan ini memang beragam. Hal ini dikarenakan :
1. Kriteria pemilihan yang tidak transparan di mata para pekerja, hanya terbatas pada kalangan tertentu saja ( sebagian departemen memberikan wewenang kepada para TM untuk memilih kandidat buat departemen, namun sebagian departemen lain bahkan wewenang itu menjadi hak veto manager, sehingga muncul rumors kalau yang dekat dengan manager pasti akan berangkat ). Yang aneh malahan ada departemen namanya sudah dipilih sebagai yang berprestasi tapi pilih mundur karena lebih milih jalan-jalan ke tempat lain yang di mata pekerja lebih mengasyikkan dan digantikan oleh orang lain dari departemennya. Aneh tapi nyata, believe it or not.
2. Dianggap sebagai ajang arisan, bagi-bagi kesempatan. Hal ini menyebabkan peluang departemen dengan pekerja sedikit akan lebih besar daripada pekerja di departemen gemuk.
3. Yang terpilih kenyataannya belum mampu menjadikan dirinya sebagai "role model" buat pekerja lainnya, sebagai contoh, panutan, teladan, dsb. Dia malahan sering membuat "trouble maker". Mestinya selain sebagai "role model" dia tentunya juga bisa menjadi "agent of change" buat perusahaan, kepanjangan tangan kebijakan baru management untuk dapat menjangkau seluruh lapisan dan jenjang kepegawaian di perusahaan, sehingga setiap perubahan akan berjalan "smooth", mulus dan tetap "running well".
Okelah, layar telah berkembang dan jangkar telah diangkat, pertanda perahu akan segera berlayar menuju samudra nan luas. Maka perubahan metode pemilihan yang mulai dikenalkan kepada para pekerja, semoga mampu meningkatkan animo para pekerja untuk mengikuti dan lebih memberi semangat untuk lebih maju, maju dan maju lagi demi kelangsungan hidup perusahaan ini.
Ayo, kita dukung program ini Oleh, dari dan untuk pekerja, why not the best ? For me for you and for us. Let's go, the game must be played, the show must be gone on.
Tetap semangat, reward hanya pemanis, hadiah hanya pelipur lara, namun yang penting adalah "jangan tanyakan apa yang telah perusahaan berikan kepadamu, tapi tanyakanlah apa yang telah kau perbuat buat perusahaan".
Dan itu memang terbukti di mana pada tahun 2010 para pekerja ini jalan-jalan ke Perth Australia dan tahun 2011 ke China, bahkan iming-iming hasil sosialisasi kemarin para pekerja ada kans untuk ke Eropa tidak hanya pekerja semata namun juga keluarga yang status-nya diakui oleh perusahaan ( berarti satu orang pekerja bisa membawa satu isteri dan 3 anak ).
Sebelum ajang ini, pada jaman awal BOB sudah pernah dilakukan dengan memberikan R&A berupa uang tunai dalam bentuk dollar.
Kontroversi yang menyertai pemilihan ini memang beragam. Hal ini dikarenakan :
1. Kriteria pemilihan yang tidak transparan di mata para pekerja, hanya terbatas pada kalangan tertentu saja ( sebagian departemen memberikan wewenang kepada para TM untuk memilih kandidat buat departemen, namun sebagian departemen lain bahkan wewenang itu menjadi hak veto manager, sehingga muncul rumors kalau yang dekat dengan manager pasti akan berangkat ). Yang aneh malahan ada departemen namanya sudah dipilih sebagai yang berprestasi tapi pilih mundur karena lebih milih jalan-jalan ke tempat lain yang di mata pekerja lebih mengasyikkan dan digantikan oleh orang lain dari departemennya. Aneh tapi nyata, believe it or not.
2. Dianggap sebagai ajang arisan, bagi-bagi kesempatan. Hal ini menyebabkan peluang departemen dengan pekerja sedikit akan lebih besar daripada pekerja di departemen gemuk.
3. Yang terpilih kenyataannya belum mampu menjadikan dirinya sebagai "role model" buat pekerja lainnya, sebagai contoh, panutan, teladan, dsb. Dia malahan sering membuat "trouble maker". Mestinya selain sebagai "role model" dia tentunya juga bisa menjadi "agent of change" buat perusahaan, kepanjangan tangan kebijakan baru management untuk dapat menjangkau seluruh lapisan dan jenjang kepegawaian di perusahaan, sehingga setiap perubahan akan berjalan "smooth", mulus dan tetap "running well".
Okelah, layar telah berkembang dan jangkar telah diangkat, pertanda perahu akan segera berlayar menuju samudra nan luas. Maka perubahan metode pemilihan yang mulai dikenalkan kepada para pekerja, semoga mampu meningkatkan animo para pekerja untuk mengikuti dan lebih memberi semangat untuk lebih maju, maju dan maju lagi demi kelangsungan hidup perusahaan ini.
Ayo, kita dukung program ini Oleh, dari dan untuk pekerja, why not the best ? For me for you and for us. Let's go, the game must be played, the show must be gone on.
Tetap semangat, reward hanya pemanis, hadiah hanya pelipur lara, namun yang penting adalah "jangan tanyakan apa yang telah perusahaan berikan kepadamu, tapi tanyakanlah apa yang telah kau perbuat buat perusahaan".
Tuesday, January 24, 2012
pujian sebuah tantangan
Pagi ini untuk ke sekian kalinya aku mendapatkan pujian dari seorang pekerja di kantorku. Kenapa untuk "kesekian" karena rasanya selama hidupku ini sudah terlalu banyak aku mendapatkan pujian. Memang titik balikku adalah di kelas satu sekolah dasar dulu. Bagaimana tidak seorang "nunung" harus terbata-bata dalam membaca kata-kata, dalam bahasa Indonesia sekali pun. Lha wong kata ibuku dulu untuk ngomong Jawa saja aku "pelo", apalagi membaca tulisan bahasa Indonesia. Masih teringat bagaimana aku bersusah payah agar "spelling"-ku benar dan jelas. Setiap pagi makananku sehari - hari adalah berdiri di muka kelas untuk dihukum oleh Suster Maria, karena di kelas hanya aku seorang yang belum bisa baca dan tulis. Aku disuruh melihat rekan-rekan dengan lantang membaca setiap tulisan Suster yang ada di papan tulis.
Proses ini kujalani hampir satu tahun dan mukjizat menginjak tahun kedua di Sekolah dasar aku tumbuh menjadi anak yang "luar biasa" ( ini kata teman-temanku lho dan itu kudapatkan setelah aku dapat berhubungan kembali melalui media BBM dan facebook setelah hampir 35 tahun berpisah ).
Dan hasilnya adalah di kelas 6 aku diminta mewakili sekolah dasar dalam ajang pemilihan pelajar teladan se kabupaten Semarang yang sampai detik ini pun aku tidak tahu siapa pemenangnya waktu itu. Karena memang masa itu adalah masa yang sungguh berat buat keluarga ku yang tinggal di kota kelahiranku itu. Ini cerita rahasia tersendiri.
Ternyata perubahan dari prestasi belajarku menjadi pantauan tersendiri dari para suster, ibu dan bapak guruku, sehingga aku terpilih mewakili sekolah. Bagaimana tidak sejak kelas 2 SD nilai A atau 100 di rapor-ku hampir 90% dan sisa 10% adalah nilai B atau di atas 90. Ini pujian pertama yang kudapat.
Setelahnya ribuan pujian selalu akrab denganku. Sampai pagi ini.
Tapi buatku pujian ini adalah tantangan dan ini menunjukkan bahwa aku ternyata masih ada kekurangan. Aku selalu berasumsi bahwa setiap menerima pujian berarti aku masih ada yang kurang atau masih ada tantangan lagi dan lagi dan lagi. No body perfect !
Dari pujian pagi ini, sekarang kembali aku tersadar bahwa aku harus introspeksi diriku lagi dan ini mungkin perlu waktu. Tantangan apa lagi yang harus kuhadapi. Sekali lagi bahwa pujian bukan untuk menjadikan seseorang menjadi jumawa, takabur, sombong atau berbangga diri. Tapi pujian harus dilihat sebagai jebakan, perangkap yang kapan saja akan menangkap kita, menjerumuskan kita ke jurang yang dalam dalam satu masa atau bahkan akhir masa dari sisa kehidupan seseorang.
Proses ini kujalani hampir satu tahun dan mukjizat menginjak tahun kedua di Sekolah dasar aku tumbuh menjadi anak yang "luar biasa" ( ini kata teman-temanku lho dan itu kudapatkan setelah aku dapat berhubungan kembali melalui media BBM dan facebook setelah hampir 35 tahun berpisah ).
Dan hasilnya adalah di kelas 6 aku diminta mewakili sekolah dasar dalam ajang pemilihan pelajar teladan se kabupaten Semarang yang sampai detik ini pun aku tidak tahu siapa pemenangnya waktu itu. Karena memang masa itu adalah masa yang sungguh berat buat keluarga ku yang tinggal di kota kelahiranku itu. Ini cerita rahasia tersendiri.
Ternyata perubahan dari prestasi belajarku menjadi pantauan tersendiri dari para suster, ibu dan bapak guruku, sehingga aku terpilih mewakili sekolah. Bagaimana tidak sejak kelas 2 SD nilai A atau 100 di rapor-ku hampir 90% dan sisa 10% adalah nilai B atau di atas 90. Ini pujian pertama yang kudapat.
Setelahnya ribuan pujian selalu akrab denganku. Sampai pagi ini.
Tapi buatku pujian ini adalah tantangan dan ini menunjukkan bahwa aku ternyata masih ada kekurangan. Aku selalu berasumsi bahwa setiap menerima pujian berarti aku masih ada yang kurang atau masih ada tantangan lagi dan lagi dan lagi. No body perfect !
Dari pujian pagi ini, sekarang kembali aku tersadar bahwa aku harus introspeksi diriku lagi dan ini mungkin perlu waktu. Tantangan apa lagi yang harus kuhadapi. Sekali lagi bahwa pujian bukan untuk menjadikan seseorang menjadi jumawa, takabur, sombong atau berbangga diri. Tapi pujian harus dilihat sebagai jebakan, perangkap yang kapan saja akan menangkap kita, menjerumuskan kita ke jurang yang dalam dalam satu masa atau bahkan akhir masa dari sisa kehidupan seseorang.
Sunday, January 22, 2012
perjalanan hidup seorang anak manusia ......
Rasanya hidupku ini perlu dilakukan revisi atas apa yang telah terjadi selama ini. Keikhlasan dan ketulusan hati dalam bekerja tanpa terasa telah mendapatkan balasan yang setimpal dari Sang Maha Esa, bekerja sebagai ibadah akan terasa indah di akhirnya, meski pun kadang-kadang di awal terasa sakit.
Barangkali kata - kata bijak : siapa yang menanam padi dia jualah yang memanennya, atau mungkin siapa yang mengawali dia pun yang mengakhiri. Bisa jadi siapa yang makan nangka dia pun pula yang kena getahnya. Hidup memang harus bertanggung jawab dan berani menanggung resikoi dari apa yang telah dilakukannya. Sembodo, sumbut,
Teringat aku akan hari-hariku di masa masih kanak-kanak, memang aku tidak begitu merasakan kesengsaraan yang sangat. Orang tuaku karena dua-duanya bekerja tentu akan punya penghasilan yang sekedar cukup untuk kehidupan keluargaku. Memang dua-duanya PNS bapakku ada di lingkungan pemda prop di semarang sedangkan ibuku seorang guru.
Kebetulan atau memang sudah bawaannku aku dari kecil tidak pernah meminta dari apa yang tidak aku dapatkan. Aku nikmati saja apa yang aku dapat, tidak lebih.
Bahkan pernah keinginanku untuk bisa memiliki sepatu bola "la plata merk adidas" waktu itu, kubela-belain menabung dari uang honor main bola atau sisa uang saku dari bapakku. Juga keinginanku bisa main gitar sampe-sampe kutabung sekeping demi sekeping sisa uang sakuku. Toh tanpa terasa sampai dengan lulus SMA aku pun bisa memiliki apa yang sedang ingin kumiliki saat itu, dari sepatu bola, gitar, tustel ( bahkan sampai saat ini masih kusimpan), sepeda balap ( saat itu patungan dengan kakakku yg telah meninggal ) sampai pada hobiku mengumpulkan perangko, filateli.
Nah, tentu saja semua itu tanpa merepotkan kedua orang tuaku.
Demikian pula saat aku beranjak dewasa, kuliah dan mulai bekerja. Bayangan melihat sepupu-sepupuku pulang balik Yogya-Jakarta dengan pesawat Garuda, mobil mewah, motor keren terasa merasuk dalam diriku, mungkinkah suatu saat aku akan dapat merasakan semua itu.
Ternyata memang Tuhan tidak pernah tidur, Gusti Allah mboten sare'.Kalau Dia melihat umat Nya dengan kesungguhan hati, ikhlas dan memiliki jiwa loyalitas dan pengabdian , maka jalan lurus terbentang di depan mata.
Bayangin meskipun segudang hobbi dan petualangan aku jalani, namun dalam urusan sekolah ternyata aku bukanlah termasuk kaum yang terbelakang.
Aku menjalani pendidikan di dunia tambang upn di yogya dengan mulus bahkan teramat sangat mulus. Bisa dibayangkan jaman itu UPN terkenal dengan Universitas Payah Naik, karena sifat kurikulumnya yang masih menganut klasikal, kenaikan kelas dengan IP minimal 2 dan sistem paket. Jadi apabila kita tidak lulus satu mata kuliah saja, maka alamat kita akan mengulang satu tahun ke depan dan kita tidak bisa mengikuti tahapan semester berikutnya. Alamat tahun depan kita hanya kuliah untuk satu mata kuliah saja. weleh weleh weleh. Makanya jangan kaget kalau teman kuliahku pun akhirnya beragam dari angkatan 1974 sampai 1982 pun ada.
Jujur aku memang barangkali dilahirkan sebagai orang yang mujur. Kalau dalam ilmu bola selalu "berada dalam posisi yang tepat pada situasi apa pun".
Aku di Yogya menemukan dan mendapatkan sahabat-sahabat yang terbaik dalam hidup, persaudaraan dalam kekeluargaan, asmara dalam tali kasih.
Satu demi satu cita-citaku terwujud dan diwujudkan oleh Allah SWT. Bagaimana tidak keinginan untuk naik pesawat langsung terpenuhi begitu aku diterima di salah satu perusahaan swasta batubara di Sumatera Barat. Ingin naik mobil pun khususnya mobil sendiri pun dapat kunikmati. Yang justru luar biasa nikmat yang aku dapatkan dan teramat aku syukuri adalah aku pun bisa melang-lang buana, sejak 1997 pertama kali pergi ke luar negeri bahkan sampe tiga bulan di Amerika ( kujelajahi dengan nyopir sendiri dari Lafayette-Houston-San Antonio-Massasuchette-Chicago-New Orleans-baton Rouge-Dalas-Texas-Little Rock-Arkansas ), dilanjut ke London, Perth dan baru-baru ini ke Zurich, Luzern, Milan dan Rome, Italy dengan transit di Singapore, Dubai atau KL.
Kekuranganku masih banyak sebagai anak manusia yang telah diberi begitu banyak kenikmatan ( nikmat mana lagi ..... ), kini aku coba mempelajari dan mendalami Islam-ku secara kaffah - menyeluruh, total. Semoga kelak aku menjadi manusia yang sempurna di mata Allah, anak-anak dan isteriku, keluargaku dan sobat-sobatku semua.
Yang jelas milestone-milestone sudah kutapaki dan kutandai dalam hidup ku ini.....
Barangkali kata - kata bijak : siapa yang menanam padi dia jualah yang memanennya, atau mungkin siapa yang mengawali dia pun yang mengakhiri. Bisa jadi siapa yang makan nangka dia pun pula yang kena getahnya. Hidup memang harus bertanggung jawab dan berani menanggung resikoi dari apa yang telah dilakukannya. Sembodo, sumbut,
Teringat aku akan hari-hariku di masa masih kanak-kanak, memang aku tidak begitu merasakan kesengsaraan yang sangat. Orang tuaku karena dua-duanya bekerja tentu akan punya penghasilan yang sekedar cukup untuk kehidupan keluargaku. Memang dua-duanya PNS bapakku ada di lingkungan pemda prop di semarang sedangkan ibuku seorang guru.
Kebetulan atau memang sudah bawaannku aku dari kecil tidak pernah meminta dari apa yang tidak aku dapatkan. Aku nikmati saja apa yang aku dapat, tidak lebih.
Bahkan pernah keinginanku untuk bisa memiliki sepatu bola "la plata merk adidas" waktu itu, kubela-belain menabung dari uang honor main bola atau sisa uang saku dari bapakku. Juga keinginanku bisa main gitar sampe-sampe kutabung sekeping demi sekeping sisa uang sakuku. Toh tanpa terasa sampai dengan lulus SMA aku pun bisa memiliki apa yang sedang ingin kumiliki saat itu, dari sepatu bola, gitar, tustel ( bahkan sampai saat ini masih kusimpan), sepeda balap ( saat itu patungan dengan kakakku yg telah meninggal ) sampai pada hobiku mengumpulkan perangko, filateli.
Nah, tentu saja semua itu tanpa merepotkan kedua orang tuaku.
Demikian pula saat aku beranjak dewasa, kuliah dan mulai bekerja. Bayangan melihat sepupu-sepupuku pulang balik Yogya-Jakarta dengan pesawat Garuda, mobil mewah, motor keren terasa merasuk dalam diriku, mungkinkah suatu saat aku akan dapat merasakan semua itu.
Ternyata memang Tuhan tidak pernah tidur, Gusti Allah mboten sare'.Kalau Dia melihat umat Nya dengan kesungguhan hati, ikhlas dan memiliki jiwa loyalitas dan pengabdian , maka jalan lurus terbentang di depan mata.
Bayangin meskipun segudang hobbi dan petualangan aku jalani, namun dalam urusan sekolah ternyata aku bukanlah termasuk kaum yang terbelakang.
Aku menjalani pendidikan di dunia tambang upn di yogya dengan mulus bahkan teramat sangat mulus. Bisa dibayangkan jaman itu UPN terkenal dengan Universitas Payah Naik, karena sifat kurikulumnya yang masih menganut klasikal, kenaikan kelas dengan IP minimal 2 dan sistem paket. Jadi apabila kita tidak lulus satu mata kuliah saja, maka alamat kita akan mengulang satu tahun ke depan dan kita tidak bisa mengikuti tahapan semester berikutnya. Alamat tahun depan kita hanya kuliah untuk satu mata kuliah saja. weleh weleh weleh. Makanya jangan kaget kalau teman kuliahku pun akhirnya beragam dari angkatan 1974 sampai 1982 pun ada.
Jujur aku memang barangkali dilahirkan sebagai orang yang mujur. Kalau dalam ilmu bola selalu "berada dalam posisi yang tepat pada situasi apa pun".
Aku di Yogya menemukan dan mendapatkan sahabat-sahabat yang terbaik dalam hidup, persaudaraan dalam kekeluargaan, asmara dalam tali kasih.
Satu demi satu cita-citaku terwujud dan diwujudkan oleh Allah SWT. Bagaimana tidak keinginan untuk naik pesawat langsung terpenuhi begitu aku diterima di salah satu perusahaan swasta batubara di Sumatera Barat. Ingin naik mobil pun khususnya mobil sendiri pun dapat kunikmati. Yang justru luar biasa nikmat yang aku dapatkan dan teramat aku syukuri adalah aku pun bisa melang-lang buana, sejak 1997 pertama kali pergi ke luar negeri bahkan sampe tiga bulan di Amerika ( kujelajahi dengan nyopir sendiri dari Lafayette-Houston-San Antonio-Massasuchette-Chicago-New Orleans-baton Rouge-Dalas-Texas-Little Rock-Arkansas ), dilanjut ke London, Perth dan baru-baru ini ke Zurich, Luzern, Milan dan Rome, Italy dengan transit di Singapore, Dubai atau KL.
Kekuranganku masih banyak sebagai anak manusia yang telah diberi begitu banyak kenikmatan ( nikmat mana lagi ..... ), kini aku coba mempelajari dan mendalami Islam-ku secara kaffah - menyeluruh, total. Semoga kelak aku menjadi manusia yang sempurna di mata Allah, anak-anak dan isteriku, keluargaku dan sobat-sobatku semua.
Yang jelas milestone-milestone sudah kutapaki dan kutandai dalam hidup ku ini.....
Saturday, January 21, 2012
dunia ternyata terbalik-balik ........ negara auto pilot
belakangan ini muncul rumors yang sudah menggejala di tengah masyarakat, bahkan spanduk terbentang bahwa Indonesia tidak perlu pilot pun negara tetap jalan. Artinya Indonesia tidak perlu presiden lagi. Rakyat sudah tidak percaya dengan hiruk pikuk upaya pemerintah untuk menaikkan pamor, tapi rakyat sudah kadung atau terlanjur patah arang, sehingga apa pun yang dibuat oleh pemerintah hasilnya rakyat sudah tidak peduli lagi.
Coba simak :
1. Penerapan pembatasan premium BBM bersubsidi secara berangsur akan dikurangi per 1 April 2012, tapi apa lacur ternyata infrastruktur untuk belum lah siap betul, karena Dirut Pertamina pun sudah menyatakan menyerah kalau harus menjual pertamax sebagai pengganti premium, karena dari sekian kilang yang ada yang mampu mengolah pertamax hanya kilang Balongan saja dan itu pun hanya cukup untuk konsumsi Jawa. Belum lagi lontaran pernyataan Wamen ESDM yang mendapat kecaman anggota DPR, asal ngomong saja.
2. Pertemuan tokoh-tokoh nasional yang digagas oleh pak Din Syamsuddin sebagai kelanjutan pertemuan-pertemuan selanjutnya, yang menyimpulkan "negara auto pilot" adalah warning buat pemerintah kalau tidak mau digulingkan.
3. Foto anak-anak Banten, Rangkas Bitung yang harus pulang balik ke sekolah baik SD maupun SMP demi mengejar cita-cita harus meniti jembatan gantung yang rubuh dengan ancaman arus deras sungai di bawahnya berbanding terbalik dengan gencarnya DPR berbenah dengan membangun lahan parkir motor, toilet, sampai harga kursi satu buahnya Rp 24 Jt, impor dari Jerman lagi. Ironis dan ironi di tengah nestapa rakyat proletar para penguasa baik pemerintah maupun anggota dewan justru memamaerkan kekayaan yang diambil dari keringat rakyat. Masih ingatkan kalau anak cucu kita akan menanggung Rp 7 jt utang negara per penduduk.
3. Kasus Nasaruddin yang berbelit-belit dan berkelok-kelok, tidak saja mirip "kelok Sembilan" bahkan mungkin mirip "kelok 44". Dulu masyarakat umum berharap banyak dengan tertangkapnya Nasaruddin maka semua persoalan yang menyangkut Demokrat akan selesai dengan sendirinya.
4. Macan ompong ketua KPK baru, jauh-jauh dia sudah menyatakan saya tidak akan menjadi selibriti yang tukang jual obat atau tampang. Tapi pagi-pagi buta di setiap acara televisi wajahnya selalu nampang. Belum lagi membuat pernyataan - pernyataan yang menggelikan. Mana janji satu tahun berantas kasus-kasus besar. Buktikan !!!
5. Kasus demo di depan gedung MPR/ DPR dari para petani Meranti Riau, yang ingin mendapatkan hak tanahnya kembali. Pengusiran paksa sempat menjadi wacana aparat tapi belakangan dibatalkan.
6. Berbagai kasus kepedulian aparat ke pihak-pihak penguasa daripada ke rakyat jelata terungkap dari berbagai kasus mulai dari Mesuji, Bima, Meranti sampai dengan daerah-daerah lainnya.
7. Peristiwa penembakan mewarnai udara politik di Aceh menjelang Pilkada Gubernur turut menyumbang pernik-pernik kehidupan politik nusantara,
8. Laba PT. Freeport turun 59% akibat adanya demo pegawai mungkin belum menjadi penutup sebagai pertanda negara auto pilot?
Coba simak :
1. Penerapan pembatasan premium BBM bersubsidi secara berangsur akan dikurangi per 1 April 2012, tapi apa lacur ternyata infrastruktur untuk belum lah siap betul, karena Dirut Pertamina pun sudah menyatakan menyerah kalau harus menjual pertamax sebagai pengganti premium, karena dari sekian kilang yang ada yang mampu mengolah pertamax hanya kilang Balongan saja dan itu pun hanya cukup untuk konsumsi Jawa. Belum lagi lontaran pernyataan Wamen ESDM yang mendapat kecaman anggota DPR, asal ngomong saja.
2. Pertemuan tokoh-tokoh nasional yang digagas oleh pak Din Syamsuddin sebagai kelanjutan pertemuan-pertemuan selanjutnya, yang menyimpulkan "negara auto pilot" adalah warning buat pemerintah kalau tidak mau digulingkan.
3. Foto anak-anak Banten, Rangkas Bitung yang harus pulang balik ke sekolah baik SD maupun SMP demi mengejar cita-cita harus meniti jembatan gantung yang rubuh dengan ancaman arus deras sungai di bawahnya berbanding terbalik dengan gencarnya DPR berbenah dengan membangun lahan parkir motor, toilet, sampai harga kursi satu buahnya Rp 24 Jt, impor dari Jerman lagi. Ironis dan ironi di tengah nestapa rakyat proletar para penguasa baik pemerintah maupun anggota dewan justru memamaerkan kekayaan yang diambil dari keringat rakyat. Masih ingatkan kalau anak cucu kita akan menanggung Rp 7 jt utang negara per penduduk.
3. Kasus Nasaruddin yang berbelit-belit dan berkelok-kelok, tidak saja mirip "kelok Sembilan" bahkan mungkin mirip "kelok 44". Dulu masyarakat umum berharap banyak dengan tertangkapnya Nasaruddin maka semua persoalan yang menyangkut Demokrat akan selesai dengan sendirinya.
4. Macan ompong ketua KPK baru, jauh-jauh dia sudah menyatakan saya tidak akan menjadi selibriti yang tukang jual obat atau tampang. Tapi pagi-pagi buta di setiap acara televisi wajahnya selalu nampang. Belum lagi membuat pernyataan - pernyataan yang menggelikan. Mana janji satu tahun berantas kasus-kasus besar. Buktikan !!!
5. Kasus demo di depan gedung MPR/ DPR dari para petani Meranti Riau, yang ingin mendapatkan hak tanahnya kembali. Pengusiran paksa sempat menjadi wacana aparat tapi belakangan dibatalkan.
6. Berbagai kasus kepedulian aparat ke pihak-pihak penguasa daripada ke rakyat jelata terungkap dari berbagai kasus mulai dari Mesuji, Bima, Meranti sampai dengan daerah-daerah lainnya.
7. Peristiwa penembakan mewarnai udara politik di Aceh menjelang Pilkada Gubernur turut menyumbang pernik-pernik kehidupan politik nusantara,
8. Laba PT. Freeport turun 59% akibat adanya demo pegawai mungkin belum menjadi penutup sebagai pertanda negara auto pilot?
Saturday, January 7, 2012
kematian akan menjemput siapa saja....
Manusia pasti mati, suatu rahasia Allah yang hanya Allah lah yang tahu, kapan, di mana dan dalam keadaan apa kita diambil sang Khalik. Malaikat sakaratul maut menjemput kita. Namun sebenarnya 40 hari sebelum ajal menjemput kita sudah diingatkan oleh Allah. Hanya kita sebagai manusia sering tidak tahu atau tidak paham bahwa ini adalah tanda-tanda bahwa kita 40 hari kemudian akan mempertanggungjawabkan amal perbuatan kita di depan Allah.
Amal ibadah adalah mutlak harus kita tanamkan dan kita kembangbiakkan agar nantinya di saat maut menjemput kita akan diambil nyawa kita dalam keadaan qusnul khotimah, tenang selayaknya orang tidur dan sempat berucap La illahaillallah ... Tiada Tuhan Selain Allah.
Kenapa kita bahas kematian ini, karena banyak kejadian kejadian akhir-akhir ini yang dekat dengan kematian ini. Bahkan kemarin satu rekan kerja meninggal dalam tugas setelah menutup apel pergantian jaga. Serangan jantung kata dokter perusahaan. Heart attack.
Tiga minggu yang lalu adikku masih bisa survive setelah terkena serangan stroke yang juga membuatnya sampai saat ini harus terus memulihkan kondisinya setelah harus berjuang melawan stroke ini selama hampir dua minggu ( dalam ruang ICU )RS Melia Cibubur. Dan hari ini aku terima kabar satu rekan kerja lagi juga harus menjalani pemasangan ring di salah satu RS di Pekanbaru.
Yang tidak boleh dilupakan dua kakakku juga telah menghadap Gusti Allah 2 - 4 tahun yang lalu.
Kematian memang akan datang dan kiamat juga akan datang. Keduanya saling menjemput kematian dari para manusia di dunia.
Dia tidak akan tebang pilih ( kayak KPK, Polisi atau kejaksaan dalam ngurus perkara ), siapa saja dan apapun profesi bila sudah tiba saatnya maut dijemput maka akan ajal-lah dia. Namun hanya satu yang akan dapat melapangkan siksa kubur yaitu amal ibadah dia selama hidupnya.
Amal ibadah adalah mutlak harus kita tanamkan dan kita kembangbiakkan agar nantinya di saat maut menjemput kita akan diambil nyawa kita dalam keadaan qusnul khotimah, tenang selayaknya orang tidur dan sempat berucap La illahaillallah ... Tiada Tuhan Selain Allah.
Kenapa kita bahas kematian ini, karena banyak kejadian kejadian akhir-akhir ini yang dekat dengan kematian ini. Bahkan kemarin satu rekan kerja meninggal dalam tugas setelah menutup apel pergantian jaga. Serangan jantung kata dokter perusahaan. Heart attack.
Tiga minggu yang lalu adikku masih bisa survive setelah terkena serangan stroke yang juga membuatnya sampai saat ini harus terus memulihkan kondisinya setelah harus berjuang melawan stroke ini selama hampir dua minggu ( dalam ruang ICU )RS Melia Cibubur. Dan hari ini aku terima kabar satu rekan kerja lagi juga harus menjalani pemasangan ring di salah satu RS di Pekanbaru.
Yang tidak boleh dilupakan dua kakakku juga telah menghadap Gusti Allah 2 - 4 tahun yang lalu.
Kematian memang akan datang dan kiamat juga akan datang. Keduanya saling menjemput kematian dari para manusia di dunia.
Dia tidak akan tebang pilih ( kayak KPK, Polisi atau kejaksaan dalam ngurus perkara ), siapa saja dan apapun profesi bila sudah tiba saatnya maut dijemput maka akan ajal-lah dia. Namun hanya satu yang akan dapat melapangkan siksa kubur yaitu amal ibadah dia selama hidupnya.
Subscribe to:
Posts (Atom)